Aku merasa orang hanya sekedar ucap tanpa benar-benar sungguh. Itu terjadi pula saat aku coba kirim pesan kepada seseorang yang menjadi hantu (ghosting). Ia gak menjawab pesan ku. Dia masih memblokir kontak ku. Aku ingat saat bagaimana diri ku merasa sakit diperlakukan seperti itu. Ia yang melakukannya, juga merasa sakit di awal (itulah yang ku sadari baru-baru ini setelah terhubung kembali dengan nya pada dua bulan yang lalu).
Aku ingat saat penindasan itu aktif. Dari manipulasi si raja suku, aku diusir saat berusaha rekonsiliasi, katatonia, dan kekerasan-kekerasan yang hadir berikutnya. Aku mengejar orang itu, benar-benar ingin tahu apa yang terjadi. Serta mempertanyakan ketidakadilan apa yang aku alami.
Mengetahui dia sedang menderita telah membuat ku bergeming. Aku dapat dorongan keyakinan bahwa apa yang aku lakukan adalah benar. Aku melakukan apa yang aku rasa benar sejak awal. Aku mengikuti apa yang nurani berikan dan arahkan kepadaku. Aku mulai bisa hidup dengan kemudahan dan santai.
Lalu aku menemukan cinta dalam hidup ku berikutnya. Isu diri soal si hantu sudah benar-benar selesai dan aku bisa melanjutkan kehidupan. Aku layak untuk itu, aku sudah berjuang untuk itu. Aku menghembuskan nafas lega. Ternyata aku telah melalui hal yang sangat sulit.
Aku merasa terhubung kembali dengan spirit lebaran yang pernah hadir saat ku kecil. Aku merasa bersyukur. Aku bisa membangun keadilan dan perdamaian untuk hidupku.
Posting Komentar