tiqUNlKhA9rYA6EcjzIC9JgyYepNTgUokUaq6D7G
Terjemahan

Rindu Tanda Berpisah Melepaskan

Kami merindukan satu sama lain, sementara kita saling menjauh 5 sentimeter per detik. Kami saling sadar satu sama lain bahwa apa yang dilakukan di masa lalu berbuah kebahagiaan dan kebermaknaan. Salah satu bertanya, kenapa masih memasang postingan kenangan di profilnya sementara hubungan telah berakhir? Jawabnya, itu adalah salah satu sumber kebahagiaan dirinya. Dirinya, memeluk erat kenangan dan melepaskan ikatan... Kami berduka, kemudian saya tersadarkan bahwa rindu adalah tanda melepas. Emosi itu terbebaskan setelah dikomunikasikan kepada orangnya. Bahkan di saat merindu, arti merindu adalah melepaskan...

Sekilas mengingat adegan dari film animasi “5 centimeter per second.” Saya ingat betapa nyeseknya si tokoh utama dalam cerita tersebut. Mengetahui bahwa mereka berpisah dan semakin menjauh satu sama lain, seperti sebuah pesawat luar angkasa yang bertolak dari bumi.

diambil dari kompas.com

Untuk kamu yang belum pernah menonton 5 cm per second, kamu bisa baca ulasan nya di Review 5 Centimeters Per Second: Perihal Cinta Memang Harus Memiliki (nawalakarsa.id) (Alamsyah, 2020). Di situ tertulis satu kalimat yang menohok, sesuai dengan apa yang baru saja saya alami: Hubungan yang dekat tapi begitu jauh, sehingga mereka berdua tak sadar bahwa diri mereka sebenarnya saling menyakiti satu sama lain.

Bahkan di saat merindu, arti merindu adalah melepaskan...

Wawasan baru nya adalah itu. Beberapa tahun yang lalu, saya melewati peristiwa yang mirip. Ketika dirasa semakin merindukan akan kenangan-kenangan yang indah. Pesan utamanya adalah aku akan melepaskan kenangan itu, dan sudah tidak mungkin lagi untuk melakukan kegiatan bersama lagi. Saya ingat bahwa orang tersebut sudah berupaya membuat perpisahan dengan makan mie bareng, tetapi saya baru menyadarinya beberapa tahun kemudian.

Di saat ini dengan orang yang baru, melalui proses yang mirip, aku bisa mengenali proses apa yang kini sedang dilalui. Di saat peristiwanya berulang, saya bisa merawat emosi dan menjaga diri saya sendiri. Saya sudah menjangkau dan mengkomunikasikan kerinduan saya. Saya pun menerima hal-hal yang ternyata dirinya tidak bisa lepaskan tentang saya. Rasanya memang sedih dan terharu, semakin kuat untuk menggapai, semakin mudah bagi diri saya untuk melepaskan.

Saya sebut ini sebagai paradoks perpisahan. Kerinduan yang saya alami adalah pertanda bahwa saya akan meninggalkan kenangan tentang orang atau sesuatu. Awalnya saya menanggapi kerinduan sebagai pesan bahwa saya akan menemukan kembali orang yang dirindukan, tetapi kini menyadari ternyata bukan. Itu adalah tanda perpisahan, yang mana tanggapan terbaik adalah menghargai dan merayakan kenangan-kenangan. Baik bersama orang yang dirindukan, ataupun cukup dinikmati sendiri.

diambil dari freepik.com

Saya menemukan jawaban menarik dari Aakash Manghnani di Does missing someone mean you love them? - Quora (t.t.):

Ketika Anda merindukan seseorang, Anda merindukan elemen-elemen yang mereka bawa ke dalam hidup Anda. Anda merindukan orang tua Anda, Anda merindukan perasaan cinta tanpa syarat dan perhatian. Anda merindukan saudara Anda, Anda ingin seseorang dapat berbagi semua rahasia Anda, seseorang yang akan selalu menjadi mitra Anda dalam kejahatan ketika Anda ingin melakukan sesuatu yang gila. Anda merindukan mantan / pasangan Anda saat ini, Anda merindukan perasaan keintiman, kehangatan yang Anda berdua bagikan, pembicaraan tanpa henti tentang kehidupan dan apa yang akan dilihat di masa depan. Anda merindukan pekerjaan Anda, Anda merindukan perasaan melakukan sesuatu yang berarti yang menurut Anda berkontribusi pada masyarakat ini dalam beberapa cara.

Tentu saja, ada lebih banyak perasaan yang terkait dengan masing-masing perasaan itu dan mungkin ada berbagai hal lain yang mungkin Anda lewatkan. Kita manusia memiliki kebutuhan untuk merasakan semua emosi itu dan jika ada yang hilang terlalu lama, itu membuat kita merasa tidak lengkap. Apakah itu berarti Anda mencintai mereka, ya, mungkin. Tetapi jawaban yang lebih realistis adalah bahwa Anda kehilangan emosi yang ditimbulkannya dalam diri Anda dengan kehadirannya.

Terkadang, hal-hal itu bisa diganti. Anda mungkin menemukan pasangan baru, pekerjaan baru, dll. Yang membangkitkan perasaan yang sama dalam diri Anda dan dapat membuat Anda melupakan orang atau benda itu. Tapi sesuatu tidak bisa diganti. Tidak seorang pun di dunia ini, saya pikir, akan mencintai atau merawat seseorang tanpa syarat selain orang tua Anda. Kadang-kadang Anda jatuh cinta dengan seseorang begitu dalam, dan ketidakhadiran mereka meninggalkan kekosongan sehingga sulit bagi orang lain untuk mengisinya, dan Anda akhirnya merindukan orang itu.

Cobalah untuk tidak membiarkan beberapa emosi yang hilang itu merusak hal-hal baik lainnya yang Anda miliki dan berharap untuk mengatasinya. Hidup bukan tentang mencapai kesempurnaan dan memiliki segalanya. Ini tentang belajar menyesuaikan diri dan membuat yang terbaik dari apa yang Anda miliki. “Ketika hidup memberi Anda lemon, buatlah limun”.

Rindu Tanda Berpisah, berikutnya apa?

Saya teringat tentang lima tahapan berduka Kubler-Ross. Ada referensi yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh silviapf (2021) di situs menyelami.co. kita melewati lima tahap kesedihan yang berbeda setelah kehilangan orang yang dicintai, yakni meliputi: denial, anger, bargaining, depression, dan terakhir adalah acceptance. Siklus ini kemudian dikenal sebagai model Kübler-Ross. Teks lengkap bisa kamu baca di Siklus Duka Kübler-Ross | menyelami.co.

Yang saya pikirkan tentang tahapan berduka Kubler-Ross adalah bahwa saya sudah melalui itu sebelumnya. Sehingga di saat ini melalui hal yang mirip dengan kejadian di masa lalu, tahapannya terasa lebih mudah. Saya ingat bagaimana saya mengalami kehancuran mental (mental breakdown) setelah saya berpisah dari seseorang yang saya anggap sahabat saya. Meskipun saya sadar bahwa itu disebabkan oleh prasangka dan diskriminasi atas kondisi disabilitas saya, ternyata hubungan itu terdampak dan tidak bisa dilanjutkan. Sekilas memang terasa jahat, dan itu adalah hal yang sudah saya terima dalam hidup saya setelah selesai dengan proses penerimaan. Saya tidak mengampuni peristiwanya, tetapi saya mengampuni perasaan saya yang muncul akibat perlakuan buruk itu.

Perlu pertimbangkan untuk menjangkau sistem dukungan dan/atau profesional kesehatan jiwa, terutama jika diri merasa kewalahan dengan dampak duka. Beberapa orang mungkin bisa kehilangan semangat hidup, kurang produktif, atau menggalau bahkan dalam waktu yang lama. Kita perlu memperhatikan gejala perasaan, pikiran, dan perilaku apa saja yang muncul setiap setelah peristiwa kunci dalam hidup.

Tanggapan orang terhadap peristiwa mungkin berbeda, dan diri perlu untuk menghargai proses pribadi. Ini yang saya pikirkan, dikarenakan ada saja orang (termasuk kadang, diri saya sendiri) menganggap perkara kesulitan perpisahan sebagai hal yang mudah. Sementara bisa saja itu menjadi proses yang menyakitkan atau menghabiskan banyak sekali sumber daya. Perawatan diri penting, sistem dukungan bisa meringankan, profesional kesehatan jiwa bisa membantu berpijak dan menemukan arahan.

Alhasil dari perenungan hari ini, saya yakin bahwa jalan terbaik adalah melanjutkan hidup sesuai arahan kebaikan yang sudah diberikan kepada diri saya. Rindu tanda melepaskan. Saya sudah merayakan dan mengingat kenangan dan kerinduan dengan baik. Kini saatnya bangkit, dan melanjutkan kehidupan saya (setelah duka dan badai berlalu).

Referensi

Alamsyah, P. (2020, Juni 11). Review 5 Centimeters Per Second: Perihal Cinta Memang Harus Memiliki. Nawala Karsa. https://nawalakarsa.id/pop-kultur/review-5-centimeters-per-second-perihal-cinta-memang-harus-memiliki/

Manghnani, A. (t.t.). Does missing someone mean you love them? Quora. Diambil 4 Januari 2023, dari https://www.quora.com/Does-missing-someone-mean-you-love-them

peggy. (2021, September 20). Siklus Duka Kübler-Ross | menyelami.co. https://menyelami.co/listing/siklus-duka-kubler-ross/

Pernyataan

Tema tulisan postingan ini mengikuti"Perpisahan" #minggutema1m1c 


Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar
Populer