Setiap terjadi rasanya seperti baru saja mengalami. Bangun tidur dan disambut dengan rasa kesepian dan rindu yang sangat dalam. Dalam kondisi yang menekan seperti ini, saya izinkan diri saya untuk diam dan berhenti. Saya perhatikan ada keinginan-keinginan yang tampaknya tidak bisa aku capai. Yang bisa ku lakukan sekarang adalah diam dan berhenti. Memperhatikan pikiran dan perasaan diri sendiri membuat saya merasa didengarkan oleh diri sendiri. Teringat beberapa orang dalam hidup bilang untuk segera melakukan kegiatan. Saya tidak bisa lakukan itu karena akan kehilangan konsentrasi. Setelah selang beberapa saat diam dan berhenti, saya mendapatkan wawasan bahwa apa yang saya perlukan berikutnya adalah berdoa untuk keinginan-keinginan harapan yang tidak bisa dicapai sekarang untuk diupayakan sejak saat ini.
Arahan untuk berdoa menjadi terasa indah bagi diri saya sendiri. Saya memberikan waktu bagi diri saya untuk mengapresiasi setiap hal yang sudah saya lakukan. Beberapa hari yang lalu, saat mengerjakan tugas pelatihan perdamaian lintas iman, saya menulis “Untuk memenuhi visi saya terhadap dunia, saya harus menjadi orang yang moderat, cakap, dan penuh kasih.” Pikiran dan kenangan mengingatkan satu kecakapan saya, yaitu menjadi konselor untuk orang-orang di sekitar saya. Beberapa teman menjangkau saya untuk bercerita, kemudian saya membentang benang kusut dan menunjukkan arahan yang tersedia. Wawasannya adalah saya mendotong pertumbuhan dan perkembangan orang. Kata kunci yang muncul adalah katalis.
Jadi, untuk kamu yang merasa ambil peran hidup yang mirip seperti saya. Saya mau membagikan renungan soal ini. Untuk menguatkan bahwa apa yang kita berikan dan upayakan adalah berharga, meskipun kita sekedar mendengar dan menceritakan kembali apa yang didengar, dan membolehkan orang untuk mengambil keputusan secara penuh berdasarkan wawasan yang diperoleh bersama. Karena saya ingat dan sadar ada wawasan yang mungkin selama ini gak disadari oleh seseorang, dan ia bisa tahu dan mengenalinya. Itu terjadi saat saya menyebutkan kekuatan orang lain yang saya rasakan dari mendengarkan.
Dalam KBBI, katalis artinya zat yang dapat mempercepat atau memperlambat reaksi yang pada akhir reaksi dilepaskan kembali dalam bentuk semula (Arti kata katalis - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, t.t.) Katalis yang memperlambat reaksi disebut inhibitor, sementara yang mempercepat reaksi disebut katalisator.
| diambil dari freepik.com |
Pengalaman Menjadi Katalisator
Saya menemukan penjelasan menarik mengenai katalis dari sebuah artikel di LinkedIn berjudul “The Catalyst Experience; The Making of a Catalyst” yang ditulis oleh Michael Amankwa (2022).
Seorang katalisator adalah seseorang yang siap mengalami kepenuhan hidup, versi terbaik dari diri mereka sendiri dan mencapai penguasaan diri. Tiga definisi yang solid, cukup giat, penakluk, dan berprestasi. Pertanyaan selanjutnya yang diajukan adalah untuk memahami apa yang membuat katalis? Pentingnya hal ini adalah fondasi diletakkan untuk semua katalisator; tiga kata membuat fondasi ini apa - tujuan, konsistensi dan disiplin. Sungguh, dedikasi dapat diidentifikasi pada saat ini.
Katalisator mental berarti 'penyelamat' karena dia menemukannya di titik terendah melalui perjuangan yang mematikannya dalam segala aspek. Katalisator mental memegang nilai sebagai kepemilikan yang berharga, kebiasaan inkonsistensi sebelumnya dihapus dari hari demi hari. Menciptakan ruang untuk memelihara kebiasaan baru, Maame melihat katalis mental sebagai elemen transformasi.
Bagaimana katalis mental memengaruhi hidup seseorang? Mengapa itu sangat berarti jika tidak memberikan hasil yang bagus? Salah satunya dengan berinvestasi dengan sepenuh hati di kegiatan yang terukir di setiap katalisator. Kesehatan sebagai prioritas utama telah menghasilkan peningkatan besar dalam perolehan pengetahuan, manajemen waktu serta mengeksplorasi fase baru, melalui persyaratan katalis: langkah harian dan target membaca, dan mitra akuntabilitas. Katalisator mental terus memberikan peluang yang memanfaatkan keterampilan. Dukungan dari tim berarti mencapai tujuan harian bukanlah tugas individu tetapi upaya tim.
Kelompok katalisator bisa dirasakan sebagai hal yang menular, bisa disebut juga sebagai besi yang menajamkan besi. Itu terjadi melalui sistem kemitraan yang terpercaya. Seorang katalisator meluangkan waktunya untuk memeriksa teman, menanyakan langkah yang dilakukan seseorang dan membaca setiap harinya. Muncul alasan untuk menjangkau dan terus terdorong dalam motivasi yang penuh semangat. Membangun kemitraan katalisator mendorong peningkatan dan memberikan tantangan untuk satu sama lain.
Menjadi Katalisator
Lalu, bagaimana cara menjadi seorang katalisator? Saya pikir semua orang bisa menjadikan katalisator. Ada jawaban menarik dari Shiv Kadavath (How Can You Be a Catalyst of Change?, t.t.). Seseorang bisa menjadi katalisator perubahan dengan menjadi hal-hal berikut:
Anda dapat secara sadar memilih untuk menjadi pemecah masalah. Jadi, Anda bertanggung jawab untuk memahami suatu masalah dan juga memberikan solusi yang terbaik bagi mereka yang terkena dampak masalah tersebut. Jadi Anda berada di jantung perubahan dan mengetahui bahwa perubahan itu untuk orang lain dan bukan untuk diri Anda sendiri. Anda berpindah dari satu masalah ke masalah lainnya.
Anda dapat melihat krisis kepemimpinan ketika sebuah kelompok dengan kepentingan yang sama tidak dapat melanjutkan apa adanya. Tetapi anggota kelompok tidak yakin untuk mendekati situasi dan membuat keputusan kolektif yang memengaruhi kelompok … dan Anda sebagai bagian dari kelompok. Jadi Anda memutuskan untuk menciptakan kesadaran bersama tentang mengapa hal-hal harus berubah, meminta kelompok untuk memutuskan pilihan dan mengambil keputusan, dan mengarahkan aktivitas untuk melaksanakan perubahan sebagai pemimpin.
Anda dapat membuat perubahan besar dalam hidup Anda sendiri yang menjadi teladan bagi orang lain. Orang-orang terinspirasi oleh Anda dan mengikuti usaha Anda untuk membuat perubahan dalam hidup mereka sendiri. Anda menjadi pemandu dan menawarkan saran, dukungan, dan membantu orang lain berubah.
Demikian renungan sederhana yang saya bagikan di hari ini. Ini adalah pengingat bagi saya dan teman-teman yang merasakan hal yang sama, bahwa kesadaran dan tindakan katalisator adalah hal yang bermakna dalam hidup. Juga, kita tidak sendirian.
Referensi
Amankwa, M. (2022, Januari 28). The Catalyst Experience; The Making of a Catalyst | LinkedIn. https://www.linkedin.com/pulse/catalyst-experience-making-michael-amankwa/?trk=articles_directory
Arti kata katalis—Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. (t.t.). Diambil 14 Januari 2023, dari https://kbbi.web.id/katalis
How can you be a catalyst of change? (t.t.). Quora. Diambil 14 Januari 2023, dari https://www.quora.com/How-can-you-be-a-catalyst-of-change
Posting Komentar