Di saat sebuah acara siaran langsung Instagram yang diadakan oleh United People Global Sustainability Leader, saya ditanya oleh pemandu acara “apakah makna menjadi pemimpin keberlanjutan bagi mu?” Saya tidak ingat lengkapnya jawaban saya. Yang saya ingat, ini terhubung dengan kearifan dan bagaimana itu bisa diterapkan dengan baik, mengarah kepada perkembangan berkelanjutan. Saya merujuk pada proses perubahan yang terjadi di tahap pribadi kemudian kepada kehidupan umum, pemahaman yang saya ilhami dari karya ibu Nadine Hoover (2018) Ini saya perhatikan menjadi landasan saya dalam menyelenggarakan perubahan, bahwa untuk merubah dunia menjadi lebih baik, diawali dari diri sendiri. Lagu “Man in The Mirror” berkumandang dalam pikiran saya.
| tangkapan layar saat siaran langsung nominasi #JourneyToHurricane |
I'm starting with the man in the mirror. I'm asking him to change his ways. And no message could've been any clearer. If they wanna make the world a better place Take a look at yourself and then make a change. - Michael Jackson, “Man In the Mirror” (Michael Jackson - Man In The Mirror Lyrics | AZLyrics.Com, t.t.)
Apa itu United People Global?
(“About United People Global (UPG) | Non-Profit Organisation,” t.t.)
United People Global (UPG) adalah komunitas yang mendorong dan memungkinkan orang untuk berpartisipasi dalam membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Hal ini dicapai dengan berbagai cara dan terutama dengan berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). UPG bekerja untuk meningkatkan kesadaran, memperkuat kepercayaan, memfasilitasi kolaborasi dan membina komunitas.
Tentang United People Global Sustainability Leadership
(UPG Sustainability Leadership – United People Global, t.t.)
UPG Sustainability Leadership adalah gerakan yang memobilisasi individu dan organisasi untuk mendukung kepemimpinan warga yang positif terhadap keberlanjutan. Ini adalah gerakan yang mendorong dan memungkinkan warga di semua tingkatan untuk mengambil tindakan positif. Sebuah gerakan yang terinspirasi dari komitmen UPG untuk melakukan apa yang kita bisa dengan apa yang kita miliki, daripada menunggu orang lain bertindak. Ini adalah gerakan yang mewujudkan gagasan bahwa setiap orang dapat melakukan sesuatu untuk membuat dunia lebih berkelanjutan.
UPG percaya bahwa keberlanjutan mencakup KEDUA isu “hijau” biasa seperti menanam pohon, mendaur ulang limbah, mengelola energi, melindungi lautan DAN isu-isu lain yang telah lama menjadi pusat masyarakat kita seperti: pendidikan, kesehatan, pekerjaan, gender kesetaraan, konsumsi berkelanjutan, produksi berkelanjutan dan banyak lagi. Bagi yang sudah familiar dengannya, UPG menggunakan Sustainable Development Goals (SDGs) PBB sebagai panduan.
Kegiatan unggulannya adalah program pelatihan #UPGSustainability Leadership untuk 500+ pemuda dari seluruh dunia setiap tahunnya. Ada juga kegiatan untuk sekolah dan institusi serta untuk perusahaan.
Kampanye #JourneyToHurricane
Saya mengikuti kampanye #JourneyToHurricane. Itulah kenapa saya tampil di live Instagram yang diadakan oleh United People Global.
Kampanye #JourneyToHurricane mengajak masyarakat untuk memilih Pemimpin-pemimpin #UPGSSustainability yang akan memenangkan tempat dalam ziarah khusus ke Hurricane Island (USA). Pengalaman unik dan tak terlupakan di Hurricane Island (USA) memberikan peluang lebih lanjut bagi para Pemimpin Keberlanjutan UPG. Pulau itu adalah pencapaian puncak yang memberi penghargaan kepada mereka yang terpilih dan juga memperkuat mereka. (“Journey to Hurricane Island,” t.t.)
| Foto Angkatan UPGSL 2021 |
Saya adalah alumni kelas UPGSL tahun 2021. Pada waktu itu, saya sedang merintis sebuah usaha sosial. Setelah saya lulus dari UPGSL pada tahun tersebut, ternyata usaha sosial yang saya rintis tidak berjalan seperti yang saya harapkan sehingga saya memutuskan untuk keluar dan melakukan sabatikal hingga akhir tahun 2021.
Proyek-proyek Saya Terkait Tujuan Perkembangan Berkelanjutan/SDG
Setiap alumni ditugaskan untuk menyelenggarakan pelatihan mini dan/atau proyek kepemimpinan terkait SDG.
Saya memulai kembali perjalanan saya untuk menyelesaikan proyek UPGSL di trimester 3 dan 4 tahun 2022, tepat setelah saya berhenti kerja magang di Pati. Saya punya waktu lebih banyak untuk mengembangkan keterampilan dan metode khas saya untuk kepemimpinan keberlanjutan.
Kala Cumarita di Metrum Radio
Pertama, dengan menyelenggarakan program acara radio dan siniar Kala Cumarita bersama Metrum Radio. Kamu bisa baca cerita awal saya tentang Kala Cumarita Memulai Kala Cumarita – Kalaupadi dan serba-serbi Kala Cumarita di Kala Cumarita – Kalaupadi (t.t., 2022a).
Ide utama Kala Cumarita adalah mendongeng untuk orang dewasa. Saya menggunakan dongeng sebagai media untuk pendidikan bagi orang dewasa. Setelah menyaksikan dongeng, saya mengundang peserta untuk merefleksikan apa yang mereka ingat dan dapatkan dari dongeng yang saya ceritakan. Ini menjadi langkah sederhana supaya pendidikan keberlanjutan bisa menjangkau lebih banyak khalayak.
Kamu bisa baca Laporan dan Evaluasi Episode 6 Kala Cumarita – Kalaupadi (2022c). Saya telah menyiarkan satu musim yang terdiri dari 6 episode radio dan siniar. Metode mendongeng untuk orang dewasa yang ajeg sudah dibangun. Saya gembira dengan proses yang sudah saya lalui.
Halo BaKaJa (Balad Kawit Seja)
Balad Kawit Seja adalah sebuah inisiatif yang dibangun oleh saya, Tanu, dan Rizkya. Ide tentang BaKaJa muncul setelah saya dan Tanu mengikuti pelatihan perdamaian lintas iman regional di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Saya mulai termotivasi untuk membangun perdamaian di sekitar Bandung dan Garut, dan memperhatikan isu perdamaian dan keamanan di masyarakat kampung adat Pasir di Kabupaten Garut. Saya merasakan motivasi yang kuat untuk membangun, meskipun ternyata orang-orang di sekitar perlu persiapan untuk perubahan. Diri saya pun, sedang menjalani proses perubahan pribadi menuju perubahan sosial yang lebih baik.
Perjalanan BaKaJa mulai signifikan saat kami mengikuti Seminar Agama-agama yang diadakan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia. Kamu bisa baca cerita lengkapnya di Perjalanan Awal Bakaja di Seminar Agama-agama ke-37 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia - Kalaupadi (2022b). Dari situ saya mulai memahami situasi yang melatarbelakangi kondisi teman-teman Sunda Wiwitan di Cigugur dan Kampung Pasir. Saya belajar bahwa untuk membangun perdamaian di kampung Pasir yang merupakan cabang dari Sunda Wiwitan di Cigugur, memerlukan strategi kampanye dan kolaborasi yang menyenangkan. Belakangan ini, saya terinspirasi untuk membuat komik dan film animasi tentang Kampung Pasir. Juga, ingin belajar proses pembuatan cerita komik dan anime langsung di Jepang. Saya berpikir tentang bagaimana promosi budaya dan agama lokal di Jepang berjalan melalui anime dan komik.
Tim di BaKaJa pun tertarik untuk mulai terlebih dahulu di kampanye media sosial instagram. Teman-teman akan menciptakan konten setiap dua pekan sekali. Seorang perwakilan di BaKaJa sedang mengikuti pelatihan dan hibah untuk program. Sementara saya sedang menulis tentang perbaikan penjajahan, topik yang saya tulis adalah politik agama resmi yang merupakan warisan penjajahan Belanda. Seorang teman mendukung saya dalam penulisan tersebut. Saya merasa didukung dan terinspirasi dengan kegiatan yang saya lakukan bersama BaKaJa.
Wawasan Baru dari Siaran Langsung UPGSL
Melalui masa-masa operasi dan pemulihan bedah adalah tantangan yang menarik. Di satu sisi, saya merasa demotivasi, di satu sisi, saya ingin terus berjuang. Motivasi yang muncul dan bergerak saat ini adalah saya perlu mengupayakan cara untuk mendapatkan pendapatan untuk saya hidup.
Saya merasa lelah sekali, jika di masa mendatang saya gagal lagi. Keterlibatan saya dalam organisasi komunitas yang berakhir gagal berulang kali, menjadi traumatik buat saya. Saya butuh waktu untuk merawat diri saya sendiri dan kemudian bangkit. Dalam rajukan saya berkata “kapok tidak mau terulang lagi.” Saya berujung bangkit dan mengulang lagi.
Wirausaha sosial menjadi jalan alternatif saya untuk mengembangkan diri sekaligus mengaktualisasikan diri saya. Termasuk, perjalanan menuju pulau Hurricane. Saya katakan dalam wawancara bahwa ini adalah kearifan saya untuk mengikuti kampanye. Bahwa saya ingin mengalami secara penuh perjalanan ziarah ke pulau Hurricane di Amerika Serikat.
Pembangunan keberlanjutan diawali dari upaya pribadi, kemudian kolektif...
Saya ingat saat saya menangis membaca pengumuman penerimaan UPGSL. Saya ingat saat saya direndahkan karena ekspresi dan disabilitas saya, saya dinilai tidak bisa mempimpin oleh sekolah dan lingkungan sosial. Saya disisihkan sebagai pemimpin karena nilai non kekerasan yang saya bangun sejak masa SMK. Mereka yakin bahwa pemimpin harus kuat ditindas dan karenanya proses kaderisasi harus dengan perlakuan penamparan dan berbagai macam kekerasan lainnya. Saya tidak mengakui hal kekerasan sebagai sesuatu cara yang benar.
Pemimpin dengan non kekerasan itu mungkin dan bisa diupayakan...
Teman-teman bisa saksikan siaran langsung nya di bawah.
Pola Pikir?
Ini sebenarnya adalah pertanyaan yang awalnya menjadi motivasi untuk saya menulis postingan ini. Namun sepanjang prosesnya, ternyata saya menceritakan banyak sekali hal dan wawasan baru terkait keterlibatan saya di UPGSL.
Saat saya mendengarkan jawaban dari teman nominasi lain, saya mengutip kata yang berulangkali diutarakan oleh teman-teman. Yakni, pola pikir atau mindset.
Teman-teman mengutarakan tentang semua orang “harus” dan “harus berpikir”. Lalu bicara soal “mengembangkan pola pikir dengan tata cara seperti..”
Yang saya rasakan di badan adalah berhenti dan mundur selangkah. Sepertinya saya sudah melewati fase berpikir bahwa orang-orang harus berubah cara berpikirnya menjadi yang seharusnya. Sementara saya sekarang tahu bahwa perubahan itu terjadi lewat belajar. Wawasan baru yang saya dapatkan dari pengalaman saya adalah bahwa pada banyak kesempatan, tidak cukup untuk mengatakan pada seseorang untuk berubah. Komunikasikan apa kebutuhan diri dan mendidik orang lain bagaimana cara menghormati dan mengakomodasi kebutuhan diri sendiri.
Sebagai makhluk sosial, saya menyadari bahwa ada beragam kebutuhan yang ternyata tidak bisa dilakukan oleh sendiri. Maka sebagai bagian dari komunitas masyarakat, penting bagi saya mengakui diri saya sebagai bagian kemudian mengenali budaya dan langkah-langkah menuju perubahan. Hal ini sebenarnya tidak sesederhana seperti yang saya tuliskan. Ada berbagai proses yang perlu diselesaikan di dalam untuk perubahan terjadi. Karena itu terkait dengan keyakinan dan pemahaman diri tentang dunia tempat kita tinggal. Berteman dan menerima umpan balik, menjadi kegiatan yang bisa membangun komunitas. Saya diingatkan tentang keterampilan hidup dasar untuk membangun budaya damai dan lestari.
Saya ingat bahwa lestari berarti juga keberlanjutan. Tidak sekedar alam yang nampak rimbun dan banyak bunga, disebut sebagai lestari. Lestari berarti sistem yang dibangun itu tepat dan baik bagi pribadi, sosial, serta lingkungan, juga dapat berkembang secara berkelanjutan.
Mengingat tentang pola pikir juga, menunjukkan saya kepada batasan dan cara diri berinteraksi dengan orang lain. Pemahaman diri tentang dunia yang serba “harus” membuat diri menanggapi dunia secara kaku. Saya jadi memaklumi kenapa saya menjawab pertanyaan secara sederhana. Karena memang tidak perlu upaya ekstra untuk sesuatu yang adanya. Membangun dengan tenaga adanya, mengingatkan saya untuk senantiasa merawat diri dan kembali berpijak.
Konsep pola pikir yang berulang dikatakan teman-teman nominasi lain telah membuat saya mengembara sampai sejauh ini. Sederhananya, saya memperhatikan fenomena keyakinan seseorang dan bagaimana bertindak, hingga mengenali pendekatan apa yang mungkin sesuai dalam interaksi. Pemahaman mengenai tingkat perkembangan pemikiran kritis juga penting. Saya ingat bahwa yang saya upayakan untuk waktu yang lama adalah pendidikan non kekerasan.
Perjalanan menuju Hurricane Island mengingatkan saya banyak hal: apa yang telah saya lakukan, apa yang bermakna bagi saya, dan perjalanan yang saya lakukan untuk mencapainya.
Referensi
About United People Global (UPG) | Non-profit Organisation. (t.t.). United People Global. Diambil 16 Desember 2022, dari https://unitedpeople.global/about-us/
Hoover, N. C. (2018). Creating Cultures of Peace: A Movement of Love and Conscience. Conscience Studio.
Journey to Hurricane Island. (t.t.). United People Global. Diambil 16 Desember 2022, dari https://unitedpeople.global/sustainability/journey-to-hurricane-island/
Kalaupadi. (t.t.). Kala Cumarita. Kalaupadi. Diambil 16 Desember 2022, dari https://www.kalaupadi.my.id/search/label/Kala%20Cumarita
Kalaupadi. (2022a, September 12). Memulai Kala Cumarita. Kalaupadi. https://www.kalaupadi.my.id/2022/09/memulai-kala-cumarita.html
Kalaupadi. (2022b, November 21). Perjalanan Awal Bakaja di Seminar Agama-agama ke-37 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia. Kalaupadi. https://www.kalaupadi.my.id/2022/11/perjalanan-awal-bakaja-di-seminar-agama.html
Kalaupadi. (2022c, November 30). Laporan dan Evaluasi Episode 6 Kala Cumarita. Kalaupadi. https://www.kalaupadi.my.id/2022/11/laporan-dan-evaluasi-episode-6-kala.html
Michael Jackson—Man In The Mirror Lyrics | AZLyrics.com. (t.t.). Diambil 16 Desember 2022, dari https://www.azlyrics.com/lyrics/michaeljackson/maninthemirror.html
UPG Sustainability Leadership – United People Global. (t.t.). Diambil 16 Desember 2022, dari https://act.unitedpeople.global/upg-sustainability-leadership/
Posting Komentar