tiqUNlKhA9rYA6EcjzIC9JgyYepNTgUokUaq6D7G
Terjemahan

Kuncup Pemahaman Budaya Damai: Jebakan Keyakinan dan Membangun Relasi Setara

Saat bangun di pagi hari ini, sekelebat pemikiran muncul. Tentang bagaimana saya menjadi menderita karena keyakinan yang saya miliki dan karenanya merasakan tidak aman dan tidak nyaman. Dengan pandangan menyeluruh yang kini jadi perhatian saya, saya berpikir bahwa diri saya tidak bisa melepaskan kesadaran yang sudah dibangun untuk waktu yang lama. Yang kini saya perhatikan adalah bagaimana membuat kemudahan dalam hidup untuk mengatasi ketidakamanan dan ketidaknyamanan dari jebakan keyakinan.

Merenung (gambar dari freepik.com)

Saya ingat bagaimana seseorang dalam hidup saya berusaha melindungi sesuatu yang dia yakini dia miliki. Ia menjaga itu hanya untuk keluarganya. Kekakuan itu yang dirasakan bagi saya sebagai suatu pola kaku yang membuat diri tidak bisa percaya pada orang lain. Di sisi lain, saya mengenali bahwa mekanisme pertahanan hadir untuk melindungi diri. Yang artinya, diperlukan pendekatan khusus untuk bekerja sama dengan orang tersebut. Pada satu aspek pendekatan khusus ini sebagai upaya tambahan untuk bekerja sama. Bekerja sama dengan orang begitu membuat diri kelelahan. Mekanisme pertahanan yang tidak sadar terbangun membuat orang-orang di sekitarnya menjadi lelah juga.

Perhatian ku berikutnya tertuju pada diriku sendiri. Saya ada keyakinan tentang bagaimana hidup saya ke depannya. Termasuk bagaimana membangun sebuah keluarga yang saya kehendaki di masa depan. Saya menyadari adanya jebakan keyakinan. Bahwa saya menjunjung tinggi nilai dan tujuan yang saya miliki, tetapi saya masih mempertanyakan tentang apakah itu adalah hal yang tepat untuk saya.

Untuk hidup semakin terbuka, saya sudah melalui upaya-upaya pembebasan diri sendiri. Untuk mengenali apa yang selama ini membelenggu diri saya, kemudian mengenali apa yang saya butuhkan dalam hidup. Ini adalah wawasan yang belum sepenuhnya saya mengerti. Saya berada di ambang. Saya merasa jelas tentang diri saya sendiri jauh lebih baik daripada sebelumnya. Namun, kondisinya kini tidak menguntungkan bagi saya. Saya perlu berjuang untuk kemandirian hidup saya sendiri.

Dalam perenungan ini, saya menyaksikan bahwa keyakinan-keyakinan yang saya anggap tidak relevan dengan kebutuhan saya saat ini sudah dipisahkan dari ranah kesadaran saya. Saya merasa berada dalam ranah yang berpijak. Saya melihat dengan jelas fenomena yang terjadi di sekitar saya. Saya pun mulai memahami dinamika dan makna dari peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi. Belakangan ini, saya sudah melakukan afirmasi dengan beberapa orang dalam hidup saya. Saya dapatkan bahwa penting untuk menghargai perasaan diri sendiri dan orang lain. Ada pesan di balik emosi dan ketika bisa berbagi secara welas asih, kami menemukan ketajaman untuk satu sama lain.

“Oh, ternyata itu yang kamu rasakan selama ini. Kamu merasa demikian sehingga berusaha melingkupi diri saya dalam pandangan masa depan dirimu...” salah satu yang pernah saya ucapkan kepada teman saya. Selanjutnya, setelah saya menyadari perasaan dan emosi masing-masing. Kami menentukan bersama kearifan hubungan yang tepat untuk kita berdua. Tidak ada ikatan atau ketentuan yang memaksa untuk kami berdua. Kesepakatan yang tanpa menyakiti dan disadari bersama.

Jebakan keyakinan yang saya perhatikan di diri saya sendiri berkutat dalam bentuk hubungan yang dibentuk dengan beberapa orang dalam hidup saya. Saya berpikir bahwa kekakuan yang menyebabkan jebakan keyakinan yang saya alami adalah salah satu gejala atau sebab kebutuhan khusus saya. Saya memerlukan pembiasaan aktif untuk bisa mengenali pola baru dan menerima hubungan baru yang disepakati dengan seseorang. Baik itu dalam bentuk persahabatan atau romantis.

Saya melihat ada kebutuhan diri saya yang perlu diperhatikan. Kebutuhan ini dirasakan berbenturan dengan status hubungan dengan seseorang yang dirasakan oleh diri sendiri. Ini menyebabkan jebakan keyakinan. Saya dijebak oleh keharusan-keharusan, dan melupakan bahwa di setiap interaksi diri dengan seseorang terdapat kesepakatan. Komunikasi dibutuhkan untuk menyampaikan kebutuhan interaksi diri kepada seseorang. Umpan balik akan diterima dan kesepakatan akan terjadi, bagaimanapun hasilnya.

Yang saya lakukan untuk mengatasi jebakan keyakinan mulai saat ini adalah menentukan definisi yang jelas tentang status dan hubungan. Ternyata hubungan dengan masing-masing orang punya batasan yang unik. Beberapa interaksi sosial ada yang dibolehkan dan tidak berdasarkan kedekatan emosional dan juga status hubungan. Saya bisa memperhatikan kebutuhan unik diri saya sendiri juga orang-orang yang terlibat dalam kehidupan saya. Saya sedang membangun relasi yang setara dengan semua orang.

Jebakan keyakinan telah menggiring saya untuk membangun kuasa dan mengendalikan orang lain. Ini merupakan sesuatu yang tidak sehat bagi saya dan orang yang terdampak. Ternyata inilah pergumulan terdalam yang saya alami sekarang. Saya sedang bereksperimen tentang pengalaman membangun hubungan setara dengan orang-orang dalam kehidupan saya. Ini adalah ranah pemahaman baru yang memudahkan diri saya.

Saya memperhatikan tentang menyapa, berkenalan, membangun kepercayaan, bekerja sama, berbagi kuasa, dan sebagainya. Ternyata renungan saya hari ini adalah mengenai membangun budaya damai. Tampaknya apa yang telah saya pelajari tumbuh sekarang menjadi pengertian. Menjadi terpisah dari mereka telah memberi saya kebebasan dan kesempatan untuk tumbuh lebih baik. Saya tidak menyangka bahwa saya dapat mempelajarinya dengan lebih baik setelahnya.

x

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar
Populer