tiqUNlKhA9rYA6EcjzIC9JgyYepNTgUokUaq6D7G
Terjemahan

Cara merawat diri setelah ditinggalkan pasangan tanpa kabar

Sudah beberapa pekan berlalu. Pada pagi hari ini, saya tiba-tiba teringat kenangan baik. Saya mengambil selimut, merangkul diri saya dengan itu. Saya ingat kehangatan dan kebaikan yang berlalu. Perasaan aman dan nyaman itu tidak tergantikan. Sesaat kemudian, pikiran tidak percaya muncul. Saya bertanya kepada diri saya sendiri, “apa benar saya ditinggalkan?”

Ditinggal seseorang yang disayangi tanpa pemberitahuan adalah perasaan yang tidak nyaman. Di awal, muncul perasaan bersalah. Sambil pikiran melanglangbuana mempertanyakan “apa benar ini salah saya?” Setiap jawaban adalah kebuntuan. Frustrasi pun muncul, dan kadang pikiran ambil jalan pintas dengan menyalahkan diri sendiri. Lalu, saya berhenti. Jawabannya belum pasti, yang muncul adalah perasaannya. Mari kita rawat diri  dan perasaan yang hadir ini.

yang mungkin dirinya rasakan...

Di balik kesedihan ditinggalkan tanpa kabar oleh pasangan, ada kemungkinan tentang yang dirinya rasakan (Healthyplace.com Staff Writer, 2022), sebagai berikut:

  • merasa bersalah karena pergi atau alasan mereka untuk pergi dan akibatnya mungkin tidak ingin atau dapat memberikan 'alasan' yang jelas untuk pergi.
  • berurusan dengan masalah mereka sendiri yang membuat mereka sulit untuk tetap berada dalam hubungan.
  • tidak mau atau tidak dapat membuat komitmen yang lebih lama kepada Anda atau hubungan.
  • telah mengembangkan tujuan yang berbeda yang akan menghalangi mereka untuk melanjutkan hubungan.

Di hari pertama saat ia meninggalkan saya, saya berada dalam kondisi yang tidak siap untuk melepaskan. Muncul kenangan di saat kami berbicara lewat telepon. Saya ingat ada beberapa pesan darinya bahwa ia ingin meninggalkan aku, tetapi tidak jadi karena kami sudah melalui negosiasi yang cukup baik. Memang benar, mungkin ada alasan lain yang dia tidak bisa ucapkan padaku sehingga dia memutuskan untuk meninggalkan saya begitu saja.

reaksi yang munkin muncul saat ditinggalkan pasangan...

Reaksi-reaksi yang mungkin muncul di saat ditinggalkan adalah sebagai berikut (Healthyplace.com Staff Writer, 2022):

  • Penyangkalan / ketidakpercayaan - mereka tidak serius, mereka hanya membutuhkan 'ruang', ada kesalahpahaman, mereka tidak bisa bersungguh-sungguh, mereka hanya stres / mabuk / lelah dan akan merasa berbeda besok / minggu depan / setelah proyek selesai.
  • Bernegosiasi - jika saya melakukan ini, pasangan saya akan kembali, "Saya berjanji untuk ...," "Saya tidak akan mengomel tentang ... lagi."
  • Kemarahan - "Beraninya mereka! Setelah semua yang telah saya lakukan. Mereka berhutang penjelasan padaku!" "Mereka harus mendengar apa yang saya katakan. Ini sangat tidak adil."
  • Depresi dan Keputusasaan - "Saya tidak baik." "Ada yang salah denganku, aku tidak bisa hidup tanpa mereka," "Aku tidak akan pernah bertemu orang lain," "Aku terlalu gemuk."

Saya pernah mengalami hal yang serupa sebelumnya. Namun ketika ini terjadi, rasanya seperti baru pertama kali terjadi pada diri sendiri. Yang berbeda adalah saya ingat pola yang terjadi pada peristiwa sebelumnya. Peristiwa sebelumnya, kembali pada 2016 lalu, saya berusaha menjangkau orang yang meninggalkan saya. Meskipun saat berhasil ditemui, dia diam seribu bahasa, tubuhnya menjadi kaku, dan kemudian dia berteriak kepadaku. Lalu yang berbeda lagi adalah saya punya cukup banyak dukungan sosial yang membantu saya mengatasi tekanan yang saya alami akibat peristiwa ini.

langkah-langkah merawat diri saat ditinggalkan pasangan tanpa kabar

Langkah-langkah untuk mengatasi diri sendiri saat ditinggalkan tanpa kabar oleh pasangan adalah sebagai berikut (Healthyplace.com Staff Writer, 2022):

  • Merasa terluka dan kesal itu wajar - kebanyakan orang membutuhkan waktu untuk pulih dari hubungan yang rusak. Anda tidak dapat memutuskan kapan Anda akan mulai merasa lebih baik, tetapi Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mulai bergerak ke arah itu.
  • Orang sering melalui berbagai perasaan yang kuat dan memiliki banyak pemikiran yang membingungkan. Seolah-olah potongan puzzle yang merupakan hidup Anda telah terlempar ke udara dan satu bagian penting hilang. Sekarang Anda harus menyesuaikan kembali dan menciptakan kehidupan baru dan butuh beberapa saat bagi potongan-potongan itu untuk mendarat dan cocok bersama lagi.
  • Menangis, meninju bantal, berbicara dengan keras, dan lakukan apa yang perlu Anda lakukan. Anda telah "kehilangan" sesuatu yang penting dan air mata adalah cara penting bagi pria dan wanita untuk mengungkapkan kesedihan mereka.
  • Bicaralah dengan teman atau keluarga Anda, menangislah di pundak mereka. Bangun jaringan yang mendukung orang-orang yang nyaman mendiskusikan perasaan. Jangan takut untuk meminta bantuan, terkadang kita semua membutuhkan bantuan.
  • Cobalah dan jaga agar program tidur, makan, dan olahraga Anda tetap berjalan, meskipun beberapa gangguan terhadap hal ini dapat terjadi. Temui dokter atau konselor keluarga Anda jika Anda khawatir atau tidak mengatasinya.
  • Manjakan diri Anda. Mandi gelembung panjang dengan buku yang bagus, kopi / segelas sampanye, musik lembut, lilin, dll bekerja dengan baik untuk beberapa orang.
  • Konsentrasi Anda mungkin terpengaruh, jadi buatlah daftar, istirahatlah, beri diri Anda kelonggaran untuk melakukan sesuatu (jangan mencoba dan melakukan sesuatu pada menit terakhir atau mengambil tanggung jawab baru).
  • Minimalkan dan pantau penggunaan alkohol, merokok, kafein, dan obat-obatan untuk menghindari komplikasi tambahan dari masalah kecanduan. Kita terkadang menggunakan zat-zat ini untuk melarikan diri dan membantu memblokir rasa sakit.
  • Pertahankan rutinitas dalam hidup Anda - bekerja, bermain, olahraga, minat, teman. Hindari membuat keputusan besar yang tiba-tiba tentang hidup Anda.
  • Menggambar, melukis atau menulis puisi atau jurnal untuk mengeluarkan perasaan dan mengekspresikan diri Anda secara kreatif. Lihat kembali ini ketika Anda merasa terjebak dan ingatkan diri Anda tentang seberapa jauh Anda benar-benar telah datang.
  • Lihat ini sebagai kesempatan yang baik untuk memikirkan apa yang penting bagi Anda, menyesuaikan diri, dan memfokuskan kembali pada tujuan jangka panjang. Ini mungkin bukan pilihan Anda tetapi bagaimana Anda menanggapinya.

Hal yang penting saat mengatasi perpisahan tanpa kabar adalah hindari pergaulan bebas yang berlebihan atau timbal balik hubungan; jangan memulai hubungan baru sebelum sepenuhnya mengatasi masalah seputar akhir hubungan ini. Selama beberapa pekan terakhir, memang saya terjebak dalam pola mencari pengganti atas seseorang yang pergi dalam hidup saya. Rasanya melelahkan dan frustrasi. Karena setiap kali menemukan pengganti, saya masih terus memikirkan si mantan pasangan saya. Butuh waktu sekitar tiga pekan bagi saya untuk benar-benar berhenti mencari dan menerima bahwa saya masih terluka. Hubungan-hubungan yang terbentuk selama masa duka dan pencarian pengganti pun secara organik terputus. Karena saya teringat tentang diri saya sendiri dan kembali aktif menyelesaikan perasaan ini.

Secara perlahan saya mulai terhubung dengan pekerjaan baru saya menulis di blog ini dan mengelola program acara radio Kala Cumarita. Juga panggilan komunitas dan pelayanan yang memunculkan rasa kebermaknaan hidup diri saya. Saya berpikir bahwa proses ini mengingatkan kembali diri saya tentang bakat dan keterampilan diri saya dan bagaimana saya bisa berkontribusi untuk komunitas dan masyarakat luas. Sesekali saya teringat pengalaman kekerasan yang mengakibatkan perasaan harga diri saya langsung, saya tiba-tiba yakin kalau apa yang saya pelajari dan kerjakan itu sia-sia. Ternyata keyakinan itu kemudian dibantah dengan pekerjaan dan keterlibatan saya sekarang di komunitas.

diambil dari freepik.com

periksa diri sendiri sepanjang proses pelepasan pasangan tanpa kabar

Sebelum mencapai penyadaran soal kebermaknaan diri, saya seringkali memeriksa diri. Sesuai dengan daftar periksa diri berikut (Healthyplace.com Staff Writer, 2022):

  • Makan, tidur, dan berolahraga dengan baik.
  • Sering berbicara dengan teman yang mendukung / setiap hari
  • Menjaga rutinitas hidup saya tetap berjalan - pekerjaan, olahraga, minat, dan teman-teman
  • Tidak membuat keputusan besar yang tiba-tiba tentang hidup saya
  • Menerima situasi ini dan membuat pilihan untuk diri saya sendiri
  • Merawat diri sendiri secara khusus dengan cara yang saya hargai
  • Meminimalkan dan menghindari narkoba, alkohol, dan merokok.
  • Menghindari tanggung jawab ekstra selama masa penyembuhan ini
  • Memperlakukan pasangan saya dengan hormat
  • Mengekspresikan diri secara kreatif melalui seni atau tulisan
  • Mempertimbangkan untuk pergi ke konseling atau terapi.

refleksi

Di awal postingan ini, saya cerita bahwa saya masih teringat dengan dirinya. Saya akui yang muncul adalah kenangan baik. Saya tahu bahwa sekarang, saya tidak bisa mengembalikan orangnya ke dalam kehidupan saya lagi. Yang bisa dan satu-satunya yang saya upayakan adalah merayakan dan menghargai kenangan itu. Saya memahami bahwa diri saya berharga dan bisa menikmati momen kebersamaan dengan baik. Saya ingat betapa menyedihkannya diri saya sebelumnya karena mendambakan interaksi dengan pasangan yang seperti itu. Dan kini, meskipun saya tidak lagi mengalaminya, saya bisa menikmati dan mengapresiasi diri saya sendiri. Saya yakin bahwa setelah badai perpisahan berlalu, maka saya akan kembali siap terhubung dengan seseorang yang baru.

Saya menghela nafas dan menghayati tubuh saya. Merinding, menghembuskan nafas... Saya akui bahwa saya masih terluka karena perpisahan. Yang saya butuhkan adalah waktu dan kegiatan pribadi yang bermakna. Saya bisa hadir untuk diri saya sendiri.

Semoga tulisan ini menemukan dirimu yang membutuhkannya.

Kabar baru dari saya, saya diundang mengikuti Konferensi Internasional dan Kongres Ulama Perempuan Indonesia. Ini adalah kali pertama saya diundang oleh organisasi Agama. Saya merasa antusias karena akhirnya ada wadah yang bisa menerima diri saya dengan inklusif.

Referensi

Healthyplace.com Staff Writer. (2022, March 16). How to Cope When Your Partner Leaves You | HealthyPlace. https://www.healthyplace.com/relationships/breakup-divorce/how-to-cope-when-your-partner-leaves-you

2 komentar

Terima kasih sudah berkomentar
Populer