Sudah beberapa pekan berlalu. Pada pagi hari ini, saya tiba-tiba teringat kenangan baik. Saya mengambil selimut, merangkul diri saya dengan itu. Saya ingat kehangatan dan kebaikan yang berlalu. Perasaan aman dan nyaman itu tidak tergantikan. Sesaat kemudian, pikiran tidak percaya muncul. Saya bertanya kepada diri saya sendiri, “apa benar saya ditinggalkan?”
Ditinggal seseorang yang disayangi tanpa
pemberitahuan adalah perasaan yang tidak nyaman. Di awal, muncul perasaan
bersalah. Sambil pikiran melanglangbuana mempertanyakan “apa benar ini salah
saya?” Setiap jawaban adalah kebuntuan. Frustrasi pun muncul, dan kadang
pikiran ambil jalan pintas dengan menyalahkan diri sendiri. Lalu, saya
berhenti. Jawabannya belum pasti, yang muncul adalah perasaannya. Mari kita
rawat diri dan perasaan yang hadir ini.
yang mungkin dirinya rasakan...
Di balik kesedihan ditinggalkan tanpa kabar
oleh pasangan, ada kemungkinan tentang yang dirinya rasakan
- merasa bersalah karena pergi atau alasan mereka untuk pergi dan akibatnya mungkin tidak ingin atau dapat memberikan 'alasan' yang jelas untuk pergi.
- berurusan dengan masalah mereka sendiri yang membuat mereka sulit untuk tetap berada dalam hubungan.
- tidak mau atau tidak dapat membuat komitmen yang lebih lama kepada Anda atau hubungan.
- telah mengembangkan tujuan yang berbeda yang akan menghalangi mereka untuk melanjutkan hubungan.
Di hari pertama saat ia meninggalkan saya,
saya berada dalam kondisi yang tidak siap untuk melepaskan. Muncul kenangan di
saat kami berbicara lewat telepon. Saya ingat ada beberapa pesan darinya bahwa
ia ingin meninggalkan aku, tetapi tidak jadi karena kami sudah melalui negosiasi
yang cukup baik. Memang benar, mungkin ada alasan lain yang dia tidak bisa
ucapkan padaku sehingga dia memutuskan untuk meninggalkan saya begitu saja.
reaksi yang munkin muncul saat ditinggalkan pasangan...
Reaksi-reaksi yang mungkin muncul di saat
ditinggalkan adalah sebagai berikut
- Penyangkalan / ketidakpercayaan - mereka tidak serius, mereka hanya membutuhkan 'ruang', ada kesalahpahaman, mereka tidak bisa bersungguh-sungguh, mereka hanya stres / mabuk / lelah dan akan merasa berbeda besok / minggu depan / setelah proyek selesai.
- Bernegosiasi - jika saya melakukan ini, pasangan saya akan kembali, "Saya berjanji untuk ...," "Saya tidak akan mengomel tentang ... lagi."
- Kemarahan - "Beraninya mereka! Setelah semua yang telah saya lakukan. Mereka berhutang penjelasan padaku!" "Mereka harus mendengar apa yang saya katakan. Ini sangat tidak adil."
- Depresi dan Keputusasaan - "Saya tidak baik." "Ada yang salah denganku, aku tidak bisa hidup tanpa mereka," "Aku tidak akan pernah bertemu orang lain," "Aku terlalu gemuk."
Saya pernah mengalami hal yang serupa
sebelumnya. Namun ketika ini terjadi, rasanya seperti baru pertama kali terjadi
pada diri sendiri. Yang berbeda adalah saya ingat pola yang terjadi pada
peristiwa sebelumnya. Peristiwa sebelumnya, kembali pada 2016 lalu, saya berusaha
menjangkau orang yang meninggalkan saya. Meskipun saat berhasil ditemui, dia
diam seribu bahasa, tubuhnya menjadi kaku, dan kemudian dia berteriak kepadaku.
Lalu yang berbeda lagi adalah saya punya cukup banyak dukungan sosial yang
membantu saya mengatasi tekanan yang saya alami akibat peristiwa ini.
langkah-langkah merawat diri saat ditinggalkan pasangan tanpa kabar
Langkah-langkah untuk mengatasi diri sendiri
saat ditinggalkan tanpa kabar oleh pasangan adalah sebagai berikut
- Merasa terluka dan kesal itu wajar
- kebanyakan orang membutuhkan waktu untuk pulih dari hubungan yang rusak.
Anda tidak dapat memutuskan kapan Anda akan mulai merasa lebih baik,
tetapi Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mulai bergerak ke arah
itu.
- Orang sering melalui berbagai
perasaan yang kuat dan memiliki banyak pemikiran yang membingungkan.
Seolah-olah potongan puzzle yang merupakan hidup Anda telah
terlempar ke udara dan satu bagian penting hilang. Sekarang Anda harus
menyesuaikan kembali dan menciptakan kehidupan baru dan butuh beberapa
saat bagi potongan-potongan itu untuk mendarat dan cocok bersama lagi.
- Menangis, meninju bantal,
berbicara dengan keras, dan lakukan apa yang perlu Anda lakukan. Anda
telah "kehilangan" sesuatu yang penting dan air mata adalah cara
penting bagi pria dan wanita untuk mengungkapkan kesedihan mereka.
- Bicaralah dengan teman atau
keluarga Anda, menangislah di pundak mereka. Bangun jaringan yang
mendukung orang-orang yang nyaman mendiskusikan perasaan. Jangan takut
untuk meminta bantuan, terkadang kita semua membutuhkan bantuan.
- Cobalah dan jaga agar program
tidur, makan, dan olahraga Anda tetap berjalan, meskipun beberapa gangguan
terhadap hal ini dapat terjadi. Temui dokter atau konselor keluarga Anda
jika Anda khawatir atau tidak mengatasinya.
- Manjakan diri Anda. Mandi
gelembung panjang dengan buku yang bagus, kopi / segelas sampanye, musik
lembut, lilin, dll bekerja dengan baik untuk beberapa orang.
- Konsentrasi Anda mungkin
terpengaruh, jadi buatlah daftar, istirahatlah, beri diri Anda kelonggaran
untuk melakukan sesuatu (jangan mencoba dan melakukan sesuatu pada menit
terakhir atau mengambil tanggung jawab baru).
- Minimalkan dan pantau penggunaan
alkohol, merokok, kafein, dan obat-obatan untuk menghindari komplikasi
tambahan dari masalah kecanduan. Kita terkadang menggunakan zat-zat ini
untuk melarikan diri dan membantu memblokir rasa sakit.
- Pertahankan rutinitas dalam hidup
Anda - bekerja, bermain, olahraga, minat, teman. Hindari membuat keputusan
besar yang tiba-tiba tentang hidup Anda.
- Menggambar, melukis atau menulis
puisi atau jurnal untuk mengeluarkan perasaan dan mengekspresikan diri
Anda secara kreatif. Lihat kembali ini ketika Anda merasa terjebak dan
ingatkan diri Anda tentang seberapa jauh Anda benar-benar telah datang.
- Lihat ini sebagai kesempatan yang
baik untuk memikirkan apa yang penting bagi Anda, menyesuaikan diri, dan
memfokuskan kembali pada tujuan jangka panjang. Ini mungkin bukan pilihan
Anda tetapi bagaimana Anda menanggapinya.
Hal yang penting saat mengatasi perpisahan tanpa
kabar adalah hindari
pergaulan bebas yang berlebihan atau timbal balik hubungan; jangan memulai hubungan baru
sebelum sepenuhnya mengatasi masalah seputar akhir hubungan ini. Selama beberapa pekan terakhir, memang saya terjebak dalam pola
mencari pengganti atas seseorang yang pergi dalam hidup saya. Rasanya
melelahkan dan frustrasi. Karena setiap kali menemukan pengganti, saya masih
terus memikirkan si mantan pasangan saya. Butuh waktu sekitar tiga pekan bagi
saya untuk benar-benar berhenti mencari dan menerima bahwa saya masih terluka.
Hubungan-hubungan yang terbentuk selama masa duka dan pencarian pengganti pun
secara organik terputus. Karena saya teringat tentang diri saya sendiri dan
kembali aktif menyelesaikan perasaan ini.
Secara perlahan saya mulai terhubung dengan
pekerjaan baru saya menulis di blog ini dan mengelola program acara radio Kala
Cumarita. Juga panggilan komunitas dan pelayanan yang memunculkan rasa kebermaknaan
hidup diri saya. Saya berpikir bahwa proses ini mengingatkan kembali diri saya
tentang bakat dan keterampilan diri saya dan bagaimana saya bisa berkontribusi
untuk komunitas dan masyarakat luas. Sesekali saya teringat pengalaman
kekerasan yang mengakibatkan perasaan harga diri saya langsung, saya tiba-tiba
yakin kalau apa yang saya pelajari dan kerjakan itu sia-sia. Ternyata keyakinan
itu kemudian dibantah dengan pekerjaan dan keterlibatan saya sekarang di
komunitas.
![]() |
| diambil dari freepik.com |
periksa diri sendiri sepanjang proses pelepasan pasangan tanpa kabar
Sebelum mencapai penyadaran soal kebermaknaan
diri, saya seringkali memeriksa diri. Sesuai dengan daftar periksa diri berikut
- Makan, tidur, dan berolahraga dengan baik.
- Sering berbicara dengan teman yang mendukung / setiap hari
- Menjaga rutinitas hidup saya tetap berjalan - pekerjaan, olahraga, minat, dan teman-teman
- Tidak membuat keputusan besar yang tiba-tiba tentang hidup saya
- Menerima situasi ini dan membuat pilihan untuk diri saya sendiri
- Merawat diri sendiri secara khusus dengan cara yang saya hargai
- Meminimalkan dan menghindari narkoba, alkohol, dan merokok.
- Menghindari tanggung jawab ekstra selama masa penyembuhan ini
- Memperlakukan pasangan saya dengan hormat
- Mengekspresikan diri secara kreatif melalui seni atau tulisan
- Mempertimbangkan untuk pergi ke konseling atau terapi.
refleksi
Di awal postingan ini, saya cerita bahwa saya
masih teringat dengan dirinya. Saya akui yang muncul adalah kenangan baik. Saya
tahu bahwa sekarang, saya tidak bisa mengembalikan orangnya ke dalam kehidupan
saya lagi. Yang bisa dan satu-satunya yang saya upayakan adalah merayakan dan
menghargai kenangan itu. Saya memahami bahwa diri saya berharga dan bisa
menikmati momen kebersamaan dengan baik. Saya ingat betapa menyedihkannya diri
saya sebelumnya karena mendambakan interaksi dengan pasangan yang seperti itu.
Dan kini, meskipun saya tidak lagi mengalaminya, saya bisa menikmati dan
mengapresiasi diri saya sendiri. Saya yakin bahwa setelah badai perpisahan
berlalu, maka saya akan kembali siap terhubung dengan seseorang yang baru.
Saya menghela nafas dan menghayati tubuh saya.
Merinding, menghembuskan nafas... Saya akui bahwa saya masih terluka karena
perpisahan. Yang saya butuhkan adalah waktu dan kegiatan pribadi yang bermakna.
Saya bisa hadir untuk diri saya sendiri.
Semoga tulisan ini menemukan dirimu yang
membutuhkannya.
Kabar baru dari saya, saya diundang mengikuti
Konferensi Internasional dan Kongres Ulama Perempuan Indonesia. Ini adalah kali
pertama saya diundang oleh organisasi Agama. Saya merasa antusias karena akhirnya
ada wadah yang bisa menerima diri saya dengan inklusif.
Referensi
Healthyplace.com Staff Writer. (2022, March 16). How to Cope When Your Partner Leaves You | HealthyPlace. https://www.healthyplace.com/relationships/breakup-divorce/how-to-cope-when-your-partner-leaves-you

Terima kasih sudah menulis ini Kak! So helpful for me :)
BalasHapussama-sama kakak. Semoga bisa melaluinya dengan damai.
Hapus