tiqUNlKhA9rYA6EcjzIC9JgyYepNTgUokUaq6D7G
Terjemahan

yang menarik seseorang dalam kehidupan kita, tentang penyalahgunaan

Jika seseorang meyakini bahwa dirinya hanya punya satu hal dalam hidup, dirinya akan menutup pintu-pintu lain yang tersedia untuk dirinya. Ketika satu-satunya yang dia yakini dia punya adalah kemilikan dia, maka dia akan berusaha sangat keras untuk menjaga itu buat dirinya sendiri dan sekelompok orang yang dia pedulikan. Itu adalah respon penyelamatan diri...

Orang menjadi tidak mampu menyadari bahwa demi menjaga hal yang dimilikinya itu, ia telah melakukan penindasan dan kekerasan. Meskipun terdengar dan terlihat mulia, tetapi sebenarnya orang tersebut dibelenggu oleh insting penyelamatan diri. Bagaimana seseorang itu bisa benar-benar berhenti dan membuat dirinya sadar bahwa situasi darurat sudah benar-benar berhenti?

Saya sudah beberapa kali dihadirkan dalam situasi ini berulangkali dalam hidup. Saya ingat bahwa saya pernah melakukannya dulu beberapa kali dan kemudian beberapa kali juga saya belajar bagaimana rasanya menjadi korban. Situasinya telah dibalik pada kondisi saya yang terdampak dari orang yang melakukan penyalahgunaan. Yang saya perhatikan adalah seseorang berusaha melindungi hal yang ia yakini sebagai satu-satunya yang ia miliki.

Ada duka dan murka yang tertanam dalam keyakinan-keyakinan yang membuat orang menjaga sesuatu secara tidak sehat. Mereka menargetkan orang lain, memperdaya mereka untuk masuk dalam jebakan keyakinan bahwa hal yang dirasa dimiliki adalah satu-satunya yang dibutuhkan dan ada di dunia.

Rentetan peristiwa berulang ini mengingatkan saya tentang bagaimana saya ingin terus melatih dan menguatkan diri dalam bidang penubuhan. Ternyata itulah kekakuan yang saya punya. Saya menyadari dan mengenali pola-pola yang terjadi pada diri saya sendiri dan orang lain yang saya perhatikan. Ternyata itu bersumber dari keyakinan yang berulang kali aku sebut dalam postingan ini.

Dan saat penyadaran ini tercapai, saya mengetahui apa yang bisa saya lakukan mengenai keyakinan itu. Yakni melepaskannya dan mulai menghayati hidup secara penuh. Wawasan ini saya dapat kemarin malam saat perjalanan kereta dari Jakarta menuju Bandung. Saya sedang berusaha istirahat, lalu sekelebat ingatan tentang ketidakadilan yang saya alami di tempat kerja sebelumnya muncul. Saya merasakan dan mengingat kembali, hingga wawasan baru muncul.

Melepaskan diri dari lingkungan yang tidak pantas dan tidak sesuai memang memerlukan usaha. Itu tidak sekedar masalah yang dialami oleh orang lain, tetapi juga tentang keyakinan dalam diri yang menarik orang itu ke dalam kehidupan.

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar
Populer