Trauma penjajahan adalah interaksi dampak yang kompleks, berkesinambungan, kolektif, kumulatif dan majemuk terkait dengan penerapan kebijakan dan praktik penjajahan yang terus memisahkan Masyarakat Adat dari tanah, bahasa, praktik budaya, dan satu sama lain (Mitchell dkk., 2019).
Dalam refleksi pribadi saya, trauma penjajahan ini termanifestasi dalam sistem sosial, budaya, norma, dan agama di Indonesia. Saya pikir jika ini belum dikerjakan oleh bangsa bersama-sama, mungkin negara akan kesulitan dalam melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan ke tahap berikutnya. Sistem yang menimbulkan trauma menciptakan kemunduran pada orang. Jika mempengaruhi kolektif, maka ini mempengaruhi kehidupan umum. Kesadaran pribadi diperlukan dan yang dikerjakan bersama adalah membangun kesadaran bersama.
Saat saya menyadari ini, saya merasakan tidak nyaman di badan, pikiran, dan emosi. Penjajahan telah memasuki tubuh saya. Ini diwariskan secara turun temurun dan tidak diatasi, dibiarkan begitu saja. Mungkin karena tidak paham juga. Di saat ini saya sadar, rasanya sendirian dalam mengalaminya. Terlalu banyak untuk disadari dan dikerjakan sendiri. Melepaskan penjajahan dari tubuh sendiri adalah langkah awal.
Semalam, saya mengikuti percakapan dengan aktivis Indonesia di Belanda dan bicara soal upaya perbaikan penjajahan yang dilakukan oleh teman-teman. Memang untuk saat ini, saya belum temu teman yang sama punya kesadaran soal penjajahan dan dampaknya. Senang akhirnya bisa dipertemukan.
Upaya untuk membagikan kesadaran ini masih dijalankan, termasuk yang saya lakukan juga. Paling mudah untuk mengingatkan itu adalah soal adanya perasaan tidak percaya diri dan inferior, dalam banyak hal. Malu ini, malu itu. Sulit mengakui kapasitas dan bakat yang dimiliki. Membandingkan orang lewat warna kulit atau glowingnya. Itu semua dianggap biasa dalam keseharian orang Indonesia meskipun sebenarnya itu adalah ungkapan-ungkapan yang menyakitkan. Orang semakin terbiasa dan kebal soal itu. Kebal kesadarannya soal luka itu, padahal lukanya masih ada.
Aku sesekali memikirkan hal mengerikan saat membayangkan trauma penjajahan. Percakapan panjang soal itu membuat aku tertegun bahwa memang ini mempengaruhi bagaimana aku berpikir dan bertindak dalam kehidupan. Yang lebih takut adalah mengetahui bahwa kesadaran ini baru ada di sedikit orang. Namun, dari sini aku belajar kehidupan dan lebih paham memahami apa yang terjadi dalam kehidupan manusia. Penjajahan itu ada dan berdampak jauh sekali jika tidak ditangani.
Referensi
Mitchell, T., Arsenau, C., & Thomas, D. (2019). Colonial Trauma: Complex, continuous, collective, cumulative and compounding effects on the health of Indigenous peoples in Canada and beyond. International Journal of Indigenous Health, 14(2), 5–6. https://doi.org/10.32799/ijih.v14i2.32958
Posting Komentar