tiqUNlKhA9rYA6EcjzIC9JgyYepNTgUokUaq6D7G
Terjemahan

Perjalanan Pemulihan Diri, Melewati Lautan

Di lautan itu, aku menemukan diriku. Sampan kecil ini sudah membawa aku jauh sampai ke sini. Masih bergular dengan lautan dan ombak, mengayuh dan menangkap angin. Mendorong perahu ini jauh ke sebuah pulau yang tak pernah dikunjungi sebelumnya...

Itulah analogi untuk apa yang alami saat ini. Di beberapa media sosial aku sudah menulis bahwa aku sedang menjalani pemulihan perkembangan. Aku sadar bahwa pengalaman kekerasan yang berulang membuat perkembangan psikososial terhambat. Ada sebagian diri yang sudah dewasa, sementara ada juga beberapa yang jauh tertinggal di belakang.

Sekarang, aku punya kesempatan untuk menyadari ketertinggalan itu dan benar-benar belajar. Kenapa begitu? Karena dulu di saat kesulitan itu menerjang, aku fokus pada penyelamatan diriku sendiri. Aku berusaha selamat dengan koping dari tekanan stres yang berlebihan, serta tuntutan tidak realistis yang diberikan lingkungan keluarga dan sosial terhadap ku. Itu adalah tahun-tahun yang melelahkan dan rasanya tiada henti. Dan di saat ini tekanan sudah benar-benar berhenti, tekanan itu menjadi trauma yang buat diriku menghidupkan dan menciptakan kembali suasana traumatik dan penuh tekanan.

Bekas-bekas luka itu masih ada di tubuhku. Amarah akibat ketidakadilan muncul dan disadari. Emosi itu mengalir keluar dari tubuh. Sesekali diri ini mengutuk ingin pencet tombol reset kehidupan. Aku ingin ulang kembali masa itu dan merespon peristiwa dengan berbeda. Kemudian aku tertegun ketika ada pertanyaan, "dari mana aku bisa dapat keterampilan mental tersebut supaya bisa merespon berbeda yang lebih baik?" 

Jawaban dari pertanyaan itu adalah justru pengalaman buruk itu lah yang membuat aku belajar keterampilan mental baru. Itu adalah kesempatan untuk aku sembuh dari trauma dan belajar keterampilan mental baru. Beberapa kali aku pernah merasa terjebak dalam krisis mental dan perkembangan, beberapa kali juga aku mendapatkan wawasan baru hanya dengan merasakan secara penuh krisis yang aku alami. Menjalani hidup secara penuh adalah jalan yang aku pilih sejak saat itu. Aku gatau kapan, tetapi ini memang sudah dikerjakan sejak beberapa tahun yang lalu.

Menyelesaikan sebuah trauma, belajar keterampilan baru, membuka kesempatan baru lainnya. Termasuk untuk merayakan dan mempelajari cinta dan kasih sayang. Kini aku menjalin hubungan istimewa dengan seorang kekasih. Namun untuk saat ini, aku tidak bisa ceritakan siapa kekasih ku dikarenakan isu keamanan yang aku miliki. Aku bersyukur dengan adanya dirinya, dan ini bagian dari perjalanan pemulihan ku.

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar
Populer