Semakin jauh, anak mulai kehilangan ingatan untuk pulang. Jadi ia ikuti saja jalannya sampai ujung. Kemudian tibalah anak di tepi hutan. Sebuah desa terlihat dari kejauhan. Anak tiba di daerah tempat gembala ternak.
Tiba-tiba seorang anak yang lain menyapa. "Hey, kamu!" Ia bertanya nama anak, si anak menjawab. Anak lain itu berkata, "aku senang punya teman baru." Anak kemudian memanggil anak lain itu sebagai teman. Anak dan teman senang berjumpa tetapi matahari sudah terbenam.
"Kemana kamu pulang?" Tanya teman.
Anak berburu kembali ke hutan dan tak sempat menjawab. Teman melambaikan tangannya pada anak. Anak melambaikan tangan nya juga pada teman.
Ketika memasuki hutan, batu golem sudah berdiri di situ. Anak kemudian menaiki batu golem. Batu golem berjalan mengantarkan anak ke gubuk di tengah hutan. Anak makan malam dengan buah-buahan yang ia kumpulkan sepanjang perjalanan.
Keesokan harinya, anak ingin bermain bersama teman. Anak keluar dari gubuk dan menengok apakah ada batu golem. Rupanya pagi ini belum menampak. Anak segera menyelinap keluar rumah dan menyusuri jalan setapak lagi.
Di luar hutan, teman rupanya bermain sendirian lagi. Anak menyambut teman dan teman berlari kegirangan dengan anak. Ia berputar-putar bersama teman, dan ajak anak bermain.
Mereka kelelahan dan lapar. Teman membawa anak ke rumahnya. Di situ, anak makan kue dan roti buatan orang tua teman. Ibu teman bertanya pada anak, dari mana asalnya. Anak bilang dari hutan. Ibu teman bilang akan buatkan bekal untuk anak pulang. "Kembalilah, ketika kamu mau pulang," kata ibu teman.
Anak dan teman bermain di desa dengan gembira.
Posting Komentar